• Ikatan Arsitek Indonesia Sumatera Utara
    Ikatan Arsitek Indonesia Sumatera Utara
  • Rakerda IAI Sumut 2017
    Rakerda IAI Sumut 2017

Distribusi sumbangan ke BNPB/BPBD/BPBA

Gempa yang meluluhlantakkan Kabupaten Pidie Jaya, Aceh tanggal 7 Desember 2016 direspon oleh para anggota Ikatan Arsitek Indonesia Sumatera Utara dengan cepat. Dalam tempo 3 hari saja, sudah terkumpul sumbangan dalam bentuk barang dan uang yang siap untuk didistribusikan. Diskusi media sosial dan rapat-rapat non formal dirasa cukup efektif mendukung percepatan kegiatan. Simultan dengan itu, para pengurus IAI Sumatera Utara terus membuka jalur komunikasi dengan IAI Aceh mewacanakan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pembangunan pasca gempa nantinya. Cepat dan taktis.

Realisasinya adalah, tanggal 10 Desember 2016 diberangkatkan tim untuk pendistribusian bantuan serta pembahasan bersama tentang rencana rehabilitasi dan rekonstruksi di lokasi bencana. Tim berangkat dari Medan pukul 22.30 tanggal 10 Desember 2016 dan keesokan harinya diterima di Lhokseumawe oleh Ketua Jurusan Program Arsitektur Universitas Malikul Saleh, Bapak Muhammad Iqbal untuk rehat sejenak akibat perjalanan semalaman. Sekitar pukul 11.15 wib, perjalanan menuju Pidie Jaya dilanjutkan. Lelah dan ngantuk semalaman sudah tidak mampu memadamkan semangat menuju lokasi bencana. Amanah dan tugas di bahu harus dilaksanakan dan diselesaikan.

Sesampainya di Meureudu, Pidie Jaya, Tim diterima oleh pak Masdar dan pak Effendi dari IAI Aceh yang kemudian dibawa ke  posko IAI yang berada di Kompleks Kantor Bupati Pidie Jaya. Sungguh pemandangan yang luar biasa. Halaman gedung kantor telah dipenuhi oleh tenda-tenda BNPB lengkap dengan perelengkapan relief kebencanaan.

Selesai perkenalan, tim bergerak menuju divisi logistik BNPB/BPBD/BPBA di Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya untuk distribusi sumbangan dan bantuan yang dibawa dari kota Medan

Keesokan harinya, Tim IAI SU, berkoordinasi kembali dengan Posko IAI. Disana diterima oleh Pak Azhar dan Pak Nasrullah. Informasinya, IAI telah sepakat membantu pemerintah untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi yang utamanya adalah bangunan ibadah rusak akibat gempa 7 Desember. Sejauh ini ada 10 mesjid sudah disurvey. Tim IAI Aceh tengah merapikan data untuk kemudian akan dikirimkan ke IAI Sumut untuk dikerjasamakan kemudian. Saling berjanji untuk terus berkomunikasi akhirnya tim berpamitan untuk kembali ke Medan.

Selesai sudah amanah dan tugas pengiriman bantuan. Tim kembali ke Medan dengan haru biru tanggal 12 Desember 2016. Selanjutnya masuk fase kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Apa dan bagaimana….? Mari bergabung dan berbuat….ditunggu…..!

(Arie Infanto,IAI)

Warga tinggal di pengungsian/tenda/barak. Sementara trauma untuk kembali ke rumah. Dan rumah2 mereka juga sudah tidak layak ditempati